Karakteristik Perkecambahan Hipogeal pada Proses Perkecambahan Tumbuhan

Karakteristik Perkecambahan Hipogeal

Karakteristik perkecambahan hipogeal - Perkecambahan yang terjadi pada tumbuhan memang memiliki 2 jenis cara. Dari kedua cara tersebut memiliki beberapa perbedaan dalam proses perkecambahan. Awal mula pertumbuhan dari tanaman memang di awali dari biji yang pecah dan menjadi benih yang disebut proses perkecambahan.

Perkecambahan dari biji - bijian sebuah tanaman terbagi menjadi 2 yaitu epigeal dan hipogeal. Kedua jenis ini dibedakan pada proses yang terjadi kepada biji yang mengalami pecah. Dengan begitu akan ada perbedaan yang terlihat pada tanaman - tanaman yang tumbuh dari biji - bijian tersebut.


Karakteristik Perkecambahan Hipogeal


Salah satu jenis dari perkecambahan adalah hipogeal yang terjadi pada beberapa biji tanaman tertentu. Di setiap perkecambahan yang ada biasanya memiliki ciri - ciri yang berbeda - beda antara hipogeal dan epigeal. Perbedaan tersebut bisa terlihat dari tunas, kulit biji dan lainnya.

Walau banyak kita temui kedua jenis kecambah ini, ada beberapa perkecambahan lainnya yang jarang diketahui dan memang tidak untuk umum. Dan salah satu yang patut dipelajari dalam hal ini adalah ciri - ciri sehingga bisa membedakan antara cara satu dengan yang lainnya. Kali ini ada karakteristik perkecambahan hipogeal yang wajib dipahami, berikut ini ulasannya.
  • Kotiledon tetap berada di dalam tanah
Pada saat proses perkecambahan terbagi menjadi beberapa bagian tumbuhan yang dijadikan acuan. Kotiledon pada proses hipogeal akan tetap berada di dalam tanah dan tidak akan keluar. Hal ini bisa terjadi karena yang tumbuh memanjang adalah bagian epikotil dan hipokotil tetap stay atau tidak memanjang.
  • Bagian epikotil tumbuh memanjang keluar
Tidak semua bagian pada saat perkecambahan mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Untuk hipogeal sendiri bagian yang mengalami pertumbuhan yang signifikan terletak pada epikotil-nya. Epikotil sendiri terletak di atas kotiledon, sehingga pertumbuhannya membuat posisi kotiledon tetap berada di dalam tanah.
  • Radikula membentuk sistem perakaran
Selain bagian hipokotil, epikotil dan kotiledon ada pula bagian radikula di dalam proses perkecambahan. Radikula sendiri terletak bagian paling bawah sendiri alias bagian yang akan membentuk sistem perakaran. Radikula akan muncul di awal proses yang kemunculan terjadi ketika biji sudah mulai pecah.


Itu merupakan beberapa karakteristik perkecambahan hipogeal yang bisa digunakan untuk membedakan perkecambahan lainnya. Yang sangat diperhatikan dalam hal ini adalah bagian - bagian yang masuk ke dalam proses. Dengan begitu akan mudah memahami pengertian dari hipogeal besarta ciri - cirinya.

Perkecambahan hipogeal terjadi pada tumbuhan


Tumbuhan - tumbuhan yang ada diantaranya mengalami sistem perkecambahan dengan cara hipogeal. Memang agak sulit untuk mengetahui satu per satu biji tanaman, sebab kita perlu melakukan uji pada biji tersebut. Ada beberapa biji tanaman yang sudah dilakukan percobaan dan memang mengalami perkecambahan secara hipogeal. Berikut ini beberapa tanaman hipogeal tersebut.
  • Kacang ercis
  • Jagung
  • Kacang kapri, dan
  • Rumput - rumput
  • Dan lainnya
Sebetulnya ada beberapa tumbuhan lainnya yang proses perkecambahan dilakukan dengan cara hipogeal. Pada keluarga kacang - kacangan tidak sepenuhnya dilakukan dengan proses hipogeal saja melainkan ada beberapa yang secara epigeal. Untuk epigeal pada keluarga kacang - kacangan terjadi pada kacang hijau.

Mengapa pada perkecambahan hipogeal kotiledon tetap di bawah tanah?


Karena belum mengetahui betul mengenai karakteristik dari perkecambahan hipogeal maka pertanyaan seperti ini akan muncul. Pada prosesnya perkecambahan hipogeal menyisakan kotiledon di dalam tanah bukan muncul ke atas. Di sini ada sebab - sebab yang mempengaruhinya, sehingga membuat kotiledon tetap di bawah tanah.
  • Alasannya, karena dalam prosesnya bagian yang tumbuh ke atas keluar tanah adalah epikotilnya bukan hipokotil. Letak epikotil sendiri berada di atas kotiledon, jadi tak khayal kalau kotiledon tidak terangkat ke atas atau tetap di dalam tanah.
Mudah bukan, sebetulnya dalam penjelasan sebelumnya sudah dijelaskan dengan baik mengenai asal - usul dari kotiledon tetap berada di dalam tanah. Sekarang sudah lebih jelas dengan penjelasan kali ini. Jadi, yang perlu kita perhatikan adalah proses dari perkecambahan dan beberapa bagian yang ikut proses.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel