Ciri Kaidah Kebahasaan Teks Ceramah beserta Contohnya

Kaidah Kebahasaan Teks Ceramah

Kaidah kebahasaan teks ceramah - Dalam acara - acara islami, biasanya akan diisi dengan sebuah ceramah yang dilakukan oleh ustadz. Isi dari ceramah yang disampaikan bisa bermacam - macam, namun tujuannya satu yaitu kebaikan.

Dalam pelajaran bahasa Indonesia, ada materi mengenai teks ceramah. Teks ceramah sendiri tersusun dengan berbagai aturan dari jenis kalimat hingga kaidah kebahasaan. Untuk kali ini, kita akan mencoba membahas mengenai kaidah kebahasaan teks ceramah disertai contohnya.

Ceramah, menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi umat islam. Dengan ceramah, kita bisa mendapatkan ilmu - ilmu agam yang bisa memperkuat keimanan. Melakukan ceramah, seseorang bisa melakukan-nya tanpa teks atau pun menggunakan teks.


Kaidah Kebahasaan Teks Ceramah


Proses pembuatan teks ceramah, tentunya harus memperhatikan beberapa syarat. Syarat tersebut bisa umum maupun khusus dari agama. Dari segi agama, ceramah harus bisa memperkuat keyakinan, menjadi syiar islam dan lainnya.

Seperti syarat di atas, kalau secara umum atau bahasa tentu ada kalimat mengajak atau peringatan. Syarat dari teks ceramah atau kaidah kebahasaan masih ada lainnya, berikut ini beberapa kaidah yang harus digunakan dalam membuat teks ceramah tersebut.

1. Menggunakan kalimat tunggal dan majemuk

Kalimat tunggal atau simpleks merupakan kalimat yang terdiri dari 1 entah itu subjek maupun peristiwa yang terjadi. Kalimat seperti ini adalah yang paling dasar, di mana hanya ada 1 subjek alias tokoh. Contohnya;
  • Adik sedang berangkat sekolah dengan sepeda
  • Marilah senantiasa selalu bersyukur atas segala nikmat
  • Ayah menunggu teh pesanan-nya
Sedangkan kalimat majemuk atau komplek adalah gabungan dari kalimat simpleks sebelumnya itu. Jadi, di sini akan ada beberapa subjek dan kejadian karena menggabungkan kalimat - kalimat simpleks dengan kata penghubung. Contohnya;
  • Saya tidak berangkat ke sekolah karena hujan
  • Dia tidak kaya semenjak kecil
  • Saya menilai dia orang yang baik
2. Memakai kata kerja mental

Kata kerja mental merupakan kata - kata yang berisi mengenai sikap terhadap tindakan atau suatu kejadian. Jadi, kata kerja mental ini bisa dibilang kata yang berasal dari hati, di mana hati kita menanggapi suatu keadaan. Berikut contoh kata dan kalimatnya;

  • Kondisi sahabat Nabi yang sangat memprihatinkan
  • Mengagumkan sekali sikap dan akhlak yang dimiliki-nya
  • Dengan terpaksa akhirnya kami harus mundur di medan pertempuran
3. Adanya kalimat persuasif

Kalimat persuasif adalah kalimat yang berisi soal ajakan terhadap orang - orang sekitar. Dalam teks ceramah, maka pembicara mengajak semua pendengar dengan kalimat - kalimat persuasif. Contoh kalimat ini sebagai berikut;
  • Marilah kita selalu senantiasa selalu bersyukur
  • Sebak -baiknya manusia hendaklah selalu berbuat baik
  • Pada pagi hari, sebaiknya kita selalu bersemangat
4. Penggunaan kalimat imperatif dan deklaratif

Kalimat imperatif merupakan kalimat yang berisi mengenai perintah, larangan yang hampir mirip dengan persuasif. Dalam teks ceramah, pembicara memberikan komando atau perintah atau pun larangan terhadap pendengar. Contohnya;
  • Janganlah kita sebagai umat islam melakukan riba
  • Dalam beribadah, ayo dilakukan dengan lebih baik lagi
  • Kerjakanlah sholat dengan tertib
Untuk kalimat deklaratif adalah kalimat tentang pernyataan mengenai berita atau informasi. Jadi, isinya adalah memberikan pemberitahuan alias informasi kepada para pendengar. Berikut ini contoh kalimat deklaratif;
  • Diceritakan, ada wanita pezina yang menolong anjing sehingga diampuni dosanya
  • Bilal bin rabbah adalah seorang muadzin di zaman Nabi Muhammad
  • Bekerja mencari maisyah menjadi amalan baik bagi yang mengerjakan
5. Menggunakan kata sebab - akibat

Kata sebab adalah kata yang berisi mengenai sebab kejadian dan akibat dari kejadian tersebut atau penghubung. Memahami arti dari kata sebab akibat bisa dipahami dengan mengenali kata seperti karena, sebab dan lainnya. Berikut in untuk contohnya;
  • Seseorang tidak masuk surga karena perbuatan jahat di masa lampau
  • Bisa hidup tenang sebab selalu ingat kepada sang pencipta dan berbuat baik
  • Bersedekah yang banyak, maka tidak akan membuat anda miskin
6. Memakai kata peristilahan

Kata teknis atau peristilahan merupakan penggunaan kata yang memiliki arti yang cukup luas. Dalam teks ceramah, bisa digambarkan oleh pembicara mengenai perjuangan dalam membela agama Allah. Contoh dari kata teknis adalah berikut;
  • Para sahabat melakukan hijrah dari mekah ke madinah
7. Menggunakan kata ganti sapaan orang kedua

Kata ganti sapaan orang kedua dipakai dalam ceramah, sebab acara seperti ini berjalan 1 arah. Kata ganti seperti ini contohnya hadirin, saudara - saudara, dan lainnya. Penggunaan kata bisa digambarkan sebagai berikut;
  • Hadirin yang berbahagia ...
  • Saudara - saudara sekalian ...
Itu saja kaidah kebahasaan teks ceramah yang perlu anda pahami. Dalam membuat teks ceramah, jangan lupa untuk memperhatikan penjelasan di atas. Dengan begitu, teks ceramah yang anda buat bisa sesuai dan menarik buat pendengar.

Penerapan teks ceramah, sering kali memuat kata - kata atau kalimat yang berisi mengenai ajakan dari pembicara terhadap pendengar. Sekianlah penjelasan yang bisa kami berikan semoga bisa bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel