Kegiatan Manusia yang Dapat Mengganggu Keseimbangan Ekosistem di Dunia

Kegiatan Manusia yang Dapat Mengganggu Keseimbangan Ekosistem

Kegiatan manusia yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem - Kegiatan manusia memang sering tidak lepas dari faktor rusaknya lingkungan. Kegiatan manusia yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem memang sangat banyak. Oleh karena itu di sini, kita akan mencoba membahas masalah tersebut. Berikut ini pembahasan mengenai mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi keseimbangan alam ekosistem.

Ekosistem merupakan sebuah sistem ekologi yang terdapat sebuah hubungan timbal balik di dalamnya. Hubungan timbal balik ini terjadi antara unsur biotik (makhluk hidup) dan abiotik (makhluk tak hidup). Keduanya saling memiliki ketergantungan yang sangat kuat entah biotik memerlukan abiotik atau sebaliknya. Unsur biotik contohnya manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk hidup bernyawa lainnya. Abiotik berupa batu, air udara dan unsur tak bernyawa lainnya.

Kegiatan Manusia yang Dapat Mengganggu Keseimbangan Ekosistem


Ekosistem yang baik dan stabil adalah kedua unsur tersebut di atas hidup dan hadir dengan jumlah yang baik. Selain itu, kegiatan unsur biotik seperti manusia, hewan dan tumbuhan yang tidak terlalu berlebihan bisa membantu melestarikan keseimbangan ekosistem. Namun, bisa saja keseimbangan sebuah ekosistem mulai goyah dan tidak teratur. Hal ini bisa disebabkan oleh perilaku yang tidak atau kurang baik dari salah satu unsur.


Salah satu pelaku yang sering menyebabkan ekosistem menjadi tidak stabil adalah kegiatan manusia. Di sini, manusia menjadi pemeran penting yang bisa membantu menstabilkan keseimbangan dari sebuah ekosistem. Lalu, kegiatan apa sajakah yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Langsung saja, berikut ini pembahasan mengenai masalah tersebut.

1. Pemakaian Bahan Kimia

Kegiatan manusia yang mempengaruhi keseimbangan alam ekosistem yaitu pemakaian bahan kimia. Pada dasarnya, bahan - bahan kimia ini berasal dari dunia ini namun karena proses tertentu bisa menyebabkan kerusakan alam. Zat - zat kimia yang yang sering digunakan dalam penelitian mempunyai pengaruh ke alam yang sangat luar biasa. Kerusakan ekosistem dari mulai unsur biotik dan abiotik menjadi rusak.

Media yang paling berbahaya ketika bahan kimia larut adalah air. Air sangat mudah melarutkan zat - zat kimia menuju lautan dan melewati daerah - daerah tertentu. Biasanya, dampak yang diberikan juga tidak main - main. Pencemaran tanah dan air menjadi dampak yang paling berbahaya. Selain ke unsur abiotik, makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan dan manusia bisa mati akibat keracunan bahan kimia.

2. Pembakaran dan Penebangan Hutan

Kerusakan yang terjadi hutan akibat kebakaran dan penebangan pohon secara liar memang bisa dilakukan oleh manusia. Kegiatan seperti ini tentunya akan berakibat fatal bagi ekosistem kehidupan dari makhluk hidup lainnya. Selain itu, kegiatan ini hanya akan merusak rumah - rumah hewan yang tinggal. Alhasil mereka akan berjalan ke pemukiman warga dan melakukan kerusakan lainnya.

Gundulnya lahan, membuat daerah tersebut tidak dapat menyimpan air dengan baik. Alhasil masalah seperti banjir dan tanah longsor akan terus berdatangan. Kurangnya pohon - pohon di dunia ini, membuat suhu rata - rata di bumi menjadi meningkat atau global warming. Akibatnya, ketinggian air laut menjadi naik dan bisa saja sebuah pulau akan tenggelam karenanya.

3. Pertambangan

Pertambangan, merupakan kegiatan manusia yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem lainnya. Bagaimana tidak, pembukaan lahan serta perubahan struktur tanah membuat area tersebut tidak layak di tinggali. Biasanya, tanah yang ada di area pertambangan sudah mengalami perombakkan yang sangat besar dari mulai kandungan, unsur hara, struktur tanah dan lainnya.

Sama halnya dengan penebangan secara liar, pertambangan biasanya juga membuat suatu lahan menjadi tandus tanpa ada tanaman. Bekas - bekas pertambangan, menghasilkan kualitas tanah yang sangat buruk. Sehingga tanaman yang tumbuhan akan sulit berkembang. Apalagi pertambangan yang dilakukan menggunakan bantuan bahan kimia, maka kemungkinan akan terjadi pencemaran.

4. Penggunaan Kendaraan Bermotor

Semakin canggihnya suatu zaman, berkembang pula mode transportasi yang ada. Penggunaan kendaraan bermotor sepertinya menjadi sebuah masalah yang cukup serius bagi keberlangsungan ekosistem. Kendaraan bermotor biasanya akan menghasilkan sebuah asap, dan asap ini lah yang bisa berdampak negatif bagi komponen ekosistem.Kandungan timbal, zat berbahaya, menjadi hal yang perlu di terima komponen ekosistem.

Terjadinya hujan asam akibat asam pabrik dan kendaraan berpengaruh pada unsur besai yang bisa berubah menjadi karat dan rusak. Belum lagi, kandungan berbahaya dalam asap kendaraan tidak baik untuk kesehatan, berbagai penyakit siap menghampiri makhluk hidup. Menipisnya lapisan ozon ternyata bisa dipengaruhi oleh asap kendaraan, sehingga menimbulkan masalah global warming.

5. Pengeboran Minyak

Mendapatkan minyak bumi memang perlu melakukan pengeboran terhadap lapisan bumi sehingga mendapatkan cairan hitam. Pengeboran bisa dilakukan di bawah laut atau pun di daratan. Namun, sering kali pengeboran dilakukan di dalam laut yang sangat dalam dan ini tentunya sangat mengganggu kehidupan di bawah laut. Apabila ada kebocoran kemungkinan besar minyak akan larut dan mengurangi kadar oksigen.

Akibatnya makhluk air seperti ikan, terumbu karang akan mati akibat itu semuanya. Kebocoran, akan menimbulkan pencemaran yang sangat parah sebab biasanya jumlah minyak yang larut akan sangat banyak. Kerusakan terumbu karang sebagai rumah kan akan terancam keberadaannya. Hal besar yang bisa terjadi adalah kepunahan massal atas ikan - ikan yang hidup.

Nah, di atas merupakan beberapa apa apa saja kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem. Memang banyak sekali perbuatan atau perilaku manusia yang bisa berdampak negatif pada lingkungan. Hasilnya, bisa kembali kepada diri sendiri alias manusia. Sebenarnya masih banyak sekali perilaku yang tanpa kita sadari bisa berdampak buruk bagi ekosistem yang ada.

Bagaimana kegiatan pertanian dapat mengganggu ekosistem


Ada beberapa kegiatan pertanian yang bisa saja mengganggu keseimbangan alam ekosistem. Kegiatan tersebut yaitu pemberian pupuk kimia yang pada dasarnya tidak baik bagi keberlangsungan tanaman dan tanah. Zat kimia yang terkandung di dalam pupuk, hanya akan membuat tanah menjadi tercemar. Hanya sifat racun saja yang akan tertnggal dan akan merusak tanaman itu sendiri.

Memang pada awalnya tanaman dan tanah tidak akan berdampak. Namun, dalam jangka waktu tertentu kandungan kimia akan larut dalam tanah dan air. Di dalam tanah akan berdampak pada tanaman dan sifat tanah. Sedangkan di air akan menimbulkan tumbuhnya tanaman eceng gondok yang tidak terkendali. Ini merupakan salah satu kegiatan pertanian yang dapat mengganggu ekosistem.

Selain penggunaan pupuk kimia, perilaku membunuh serangga dengan pestisida juga cukup berpengaruh pada keseimbangan ekologi. Pestisida bisa membuat serangga - serangga yang ada menjadi lebih kuat dan tahan akan pestisida. Tanah yang bersentuhan dengan zat kimia dari bahan ini juga akan mengalami kerusakan. Pencemaran tanah, serta pengerasan tanah akan timbul akibat perilaku ini.

Sebutkan faktor yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem


Dalam terjadinya kerusakan keseimbangan alam ekosistem biasanya disebabkan oleh banyak faktor. Pada umumnya, kerusakan tidak akan ada apabila tidak ada perilaku yang tidak bertanggung jawab. Faktor yang dapat mempengaruhi keseimbangan dari sebuah alam ekosistem bisa datang dari unsur biotik atau pun abiotik. Untuk faktor yang biasa mempengaruhi keseimbangan ekosistem adalah sebagai berikut,

  • Asap kendaraan bermotor
  • Penebangan dan pembakaran hutan
  • Pengeboran minyak entah di laut atau di daratan
  • Pembuangan sampah sembarangan
  • Penggunaan bahan kimia berbahaya
  • Memakai pupuk kimia yang berlebihan
  • Pestisida yang tidak terkontrol pemakaiannya
  • Dan masih banyak lainnya

Apa saja usaha dan kegiatan manusia yang dapat membantu keseimbangan ekosistem


Ketika suatu ekosistem mengalami kerusakan atau keseimbangan yang mulai goyah, maka diperlukan tindakan antisipasi. Manusia menjadi pemeran penting dalam masalah seperti ini dan perlu bertanggung jawab. Banyak usaha dan kegiatan yang bisa dilakukan manusia untuk membantu menjaga keseimbangan alam ekosistem yang ada. Berikut ini beberapa perilaku atau kegiatan yang bisa dilakukan manusia,

  • Melakukan tindakan tebang pilih
  • Reboisasi terhadap lahan - lahan gundul hasil pertambangan
  • Mencari ikan dengan cara - cara yang legal
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Pengeboran dengan keamanan yang kuat
  • Penggunaan pupuk dan pestisida kimia diminimalkan
  • Tidak melakukan pencemaran tanah, air dan lainnya

Itu beberapa penjelasan berbagai masalah keseimbangan ekosistem. Sekarang bagaimana cukup mudah dipahami bukan mengenai materi keseimbangan ekosistem. Sudah sepatutnya manusia menjaga kelestarian ekosistem yang ada. Sebab, ini juga menyangkut keberlangsungan hidup manusia itu sendiri. Apabila terjadi kerusakan pada ekosistem maka, kehidupan manusia juga sudah terancam.

Sekianlah artikel yang bisa kami berikan mengenai kegiatan manusia yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Semoga dengan artikel ini bisa membantu menyelesaikan permasalahan pembelajaran yang anda hadapi. Sekian dan terima kasih banyak telah membaca.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel