Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem pada Tumbuhan

- Saturday, January 26, 2019
advertise here
advertise here
contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem pada tumbuhan

Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem pada tumbuhan - Tumbuhan merupakan salah satu komponen pembentuk dari sebuah ekosistem. Tumbuhan sendiri masuk ke dalam kategori kelompok biotik yang artinya makhluk hidup. Keberadaan tumbuhan mampu memberikan kehidupan bagi makhluk hidup lainnya seperti manusia dan hewan. Oksigen yang dihasilkan, merupakan bagian yang sangat penting.

Tumbuhan tidak hanya memiliki satu jenis saja, namun ada beberapa jenis dan spesies yang berbeda - beda. Kalau dihitung, sangat banyak sekali jumlahnya dan hal ini termasuk ke dalam sebuah keanekaragaman. Makhluk hidup lainnya juga memiliki beragam keanekaragaman. Namun, apa arti sebenarnya dari sebuah keanekaragaman yang telah disebutkan di atas?. Coba simak berikut ini artikelnya.


Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem pada Tumbuhan


Keanekaragaman merupakan berbagai jenis dan spesies dari sebuah makhluk hidup atau hal lainnya. Jadi, tidak hanya satu jenis saja melainkan beberapa atau bayak jenis. Biasanya hal ini dikaitkan dengan makhluk hidup atau disebut juga dengan hayati. Jadi, keanekaragaman hayati adalah variasi dari makhluk hidup yang ada di dunia ini yang meliputi berbagai kelompok dari ekosistem dan lainnya.

Sedangkan ekosistem adalah susunan ekologi yang terjadi akibat timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Di dalam ekosistem terdiri dari makhluk hidup atau biotik serta mahluk tak hidup atau lingkungan atau abiotik. Berikut ini adalah contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem pada tumbuhan. Langsung saja, baca artikel berikut ini.

1. Hutan Hujan Tropis

Ekosistem hutan hujan tropis merupakan salah satu ekosistem terbesar serta memiliki banyak sekali keanekaragaman makhluk hidup di dalamnya. Ekosistem ini hanya berada di wilayah tropis seperti di daerah Asia Tenggara. Umumnya, daerah tersebut memiliki curah hujan yang begitu tinggi dari pada beberapa daerah lainnya. Keanekaragaman biotik bisa terlihat dari lebatnya hutan yang ada.

Baca juga : Komponen Penyusun Ekosistem Beserta Peranannya

Ada berbagai macam tumbuhan di dalamnya, keanekaragaman hayati tingkat ekosistem hutan hujan tropis antara lain; rotan, pandan berduri, pinus, mahoni, meranti dan lainnya. Selain tumbuhan tingkat tinggi, ada beberapa yang berada pada tingkat di bawahnya. Tumbuhan tersebut antara lain tumbuhan paku pakuan, lumut dan lainnya. emang, pada ekosistem ini merupakan surga bagi tumbuhan.

2. Hutan Gugur

Hutan gugur merupakan ekosistem yang berada di wilayah subtropis atau tropis yang pada dasarnya memiliki 4 musim. Hutan gugur, pada umumnya memiliki curah hujan yang cukup merata dibandingkan hutan hujan tropis. Walaupun memiliki curah hujan yang cukup, biasanya memiliki musim kemarau yang cukup panjang sekitar beberapa bulan. Ekosistem ini bisa ditemukan di daerah Amerika, Eropa Barat, Asia Timur dan lainnya.

Pada daerah yang memiliki ekosistem gugur, juga memiliki beragam jenis tumbuhan yang cukup banyak. Pada ekosistem tersebut dapat ditemukan beragam tanaman mulai dari pohon kanopi, tumbuhan berry, lumut dan lainnya. Tumbuhan yang tumbuh di area seperti ini biasanya memiliki sifat tahan dengan beragam cuaca. Pada umumnya, pertumbuhan mereka sering terhenti akibat musim dingin sehingga mereka berhibernasi.

3.Sabana

Yang berikutnya adalah ekosistem sabana atau disebut savana. Sabana sendiri merupakan dataran luas yang ditutupi dengan rumput - rumput serta beberapa pohon yang menjulang tinggi. Untuk menemukan ekosistem macam ini, dapat dilihat dibeberapa wilayah subtropis dan tropis. Tropis bisa indonesia, sedangkan subtropis Amerika, Afrika serta daerah Australia yang sebagian besar bersuhu hangat.

Komponen biotik di daerah tersebut tergolong bervariasi dari mulai tumbuhan dan hewan. Untuk tumbuhan bisa ditemukan berbagai jenis tanaman dari yang tinggi hingga rendah. Contohnya, pohon palem, pohon akasia, serta semak yang lebih dominan. Keadaan ekosistem ini tidak memiliki iklim yang tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. Sehingga seperti ditengah - tengahnya gurun dan hutan lebat.

4. Padang Rumput

Seperti halnya dengan sabana, ekosistem padang rumput lebih didominasi dengan rumput - rumputan. Jadi, sebuah dataran luas yang terisi dengan semak belukar serta beberapa tanaman tidak berkayu. Ekosistem seperti ini dapat ditemukan di beberapa negara bagian seperti Hongaria, Australia, Amerika dan lainnya. Keadaan tumbuhan yang tidak terlalu lebat disebabkan curah hujan yang hanya pada tingkat rata - rata.

Karena bagian ini hanya di dominasi rumput, maka ada berbagai jenis atau bervariasi rumput yang tumbuh. Rumput tersebut seperti rumput grama, rumput bufalo, rumput bluestem serta berbagai jenis bunga. Kadang kala, di ekosistem padang rumput ditemukan beberapa jenis tanaman berkayu yang menjulang tinggi. Pohon tersebut seperti pohon kanopi, dan pohon lainnya.

5. Taiga

Selanjutnya, ekosistem taiga yang merupakan sebuah hutan yang ditumbuhi dengan berbagai tanaman pinus, konifer dan lainnya. Di sepanjang tahun, tumbuhan konifer akan akan berwarna hijau sehingga membuat hutan tampak hijau. Kondisi seperti ini bisa ditemukan di beberapa daerah seperti Rusia, Alaska, Amerika Utara dan lainnya. Dalam hal ini, tumbuhan koniferlah yang mendominasi.

Tumbuhan konifer atau tumbuhan berdaun jarum sangat subur tumbuh serta memiliki variasi tumbuhan yang cukup banyak. Jenis konifer yang tumbuh antara lain alder, betula, juniper, dan spruce. Sedangkan tanaman berkayu atau lainnya sulit untuk tumbuh. Sebab mereka hanya memiliki waktu 3 - 6 bulan saja untuk tumbuh yaitu ketika musim panas. Musim dingin biasanya hanya terjadi hibernasi .

6. Tundra

Tundra sendiri merupakan bentuk ekosistem yang memiliki suhu paling dingin. Dalam hal ini ada 2 tipe tundra yaitu tundra artik dan tundra alpin. Kedua tipe ini memiliki perbedaan di lokasi ekosistem. Tundra artik di daerah kutub utara seperti di negara Finlandia, Rusia, Kanada dan lainnya. Sedangkan tundra alpin adalah tundra yang berada di dataran tinggi seperti gunung. Contohnya gunung Jaya Wiaya Papua yang tertutup salju.

Walaupun tertutup salju atau es serta memiliki suhu dingin yang cukup ekstrim, tetap saja ada tanaman yang tumbuh di daerah tersebut. Pada daerah kutub utara dapat ditemukan tumbuhan lumut, lichen, bunga poppy, semak willow dan lainnya. Sedangkan untuk alpin, bisa ditemukan jenis rumput - rumputan seperti alang - alang, lichen, perdu dan tanaman lainnya. Mereka memerlukan waktu yang cukup untuk tumbuh karena kondisi alam.

7. Gurun

Ekosistem gurun kelihatannya menjadi lokasi yang memiliki suhu paling panas. Gurun biasanya di identikkan dengan pasir, sebab di sana hanya ada pasir saja. Kondisi ini disebabkan curah hujan yang sangat minim sekali, sehingga batu, tulang menjadi pasir. Hampir jarang ditemukan sebuah tanaman, namun tetap saja ada beberapa tanaman yang tumbuh di beberapa titik.

Karena kurangnya pasokan air, membuat beberapa tanaman tidak bisa hidup, namun ada beberapa tanaman yang bisa bertahan. Tanaman tersebut seperti kaktus, pachypodium, kurma, thyme, akasia, rumput spinifex dan lainnya. Tanaman - tanaman tersebut memiliki kemampuan untuk meminimalisir penguapan serta memiliki akar yang cukup banyak sebagai alat mencari air.

Nah, tulah beberapa contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem pada tumbuhan yang bisa kami berikan kepada anda semuanya. Ada banyak tumbuhan yang memiliki kemampuan tersendiri sesuai ekosistem yang ditempatinya. Hal ini terjadi, juga karena akibat adaptasi terhadap lingkungan nya. Sekianlah artikel yang bisa kami berikan semoga bisa bermanfaat.
Advertisement advertise here
 

Start typing and press Enter to search